Our Feeds

HAMA DAN PENYAKIT TANAMAN BUAH PEPAYA CALIFORNIA

1. PENYAKIT PEPAYA CALIFORNIA Jamur Corynespora cassiicola.  a. Gejala Dulunya nama pathogen ini adalah Helminthosporium ...

tahu

HAMA DAN PENYAKIT TANAMAN BUAH PEPAYA CALIFORNIA




1. PENYAKIT PEPAYA CALIFORNIA

Jamur Corynespora cassiicola. 

a. Gejala
Dulunya nama pathogen ini adalah Helminthosporium cassiicola. Miselium bewarna cokelat muda dengan tebal 2-6mm membentuk konidiofor tunggal, tegakbatau agak lentur. Konidium berbentuk lurus, melengkung, atau seperti gada terbalik

b. Daur penyakit
Konidium banyak ditemukan pada bercak daun dan disebarkan oleh angin dan air hujan. Di udara konidium paling banyak ditemukan pada tengah hari. Patogen yang menginfeksi jaringan daun dan buah muda tidak dapat berkembang sebelum jaringan tersebut menua.

c. Pengelolaan
Umumnya penyakit ini tidak menimbulkan kerugian yang sangat berarti. Pengendalian yang selama ini dilakukan adalah menggunakan fungisida sintetik.Pencegahan penyakit dapat dilakukan dengan fungisida Maneb 80 dosis 0,1-0,2% atau Zineb 80 WP 0,1-0,2%.

Antraknos
Penyakit ini disebabkan oleh patogen (Colletotrichum gloeosporioides). Penyakit ini muncul pada buah yang belum matang (bewarna hijau). Gejala tersebut dalam bentuk bercak-bercak cokelat sampai hitam pada buah. Gejala-gejala awal adalah kebasah-basahan dan terdapat cekungan pada buah. Bintik ini kemudian berubah menjadi hitam dan kemudian merah muda ketika jamur menghasilkan spora daging di bawah titik menjadi lembut dan berair, yang menyebar ke seluruh buah. Pada daun juga dapat dilihat. bintik yang akhirnya berubah menjadi cokelat. Pada buah, gejala muncul hanya pada saat pematangan dan mungkin tidak terlihat di waktu panen (Semangun 2000) Gejala yang nampak adalah adanya tempat cekung di permukaan buah, yang kemudian memperbesar membentuk lesion. Daging buah yang terkena menjadi lebih lembut dan cepat membusuk

b. Penyebab penyakit
Penyakit ini disebabkan oleh (C. gloeosporioides). Cendawan ini mempunyai aservulus berbentuk bulat, jorong, tidak teratur, berseta atau tidak. Seta mempunyai panjang yang variabel, tetapi jarang yang lebih dari 200mm, tebal 4-8mm, bersekat 1-4, bewarna cokelat, pangkal agak membengkak dengan ujung meruncing yang sering membentuk konidium pada ujungnya.

c. Daur Penyakit
C. gloeosporioides merupakan cendawan yang umum terdapat di berbagai komoditas. Cendawan ini merupakan parasit lemah yang dapat menginfeksi dan berkembang pada jaringan yang telah menjadi lemah, khususnya karena proses penuaan. Cendawan ini dapat menginfeksi melalui luka atau lentisel. Konidium jamur dipencarkan oleh angin dan air hujan. Infeksi buah banyak terjadi dari konidium yang berasal dari bercak pada daun dan tangkai daun.

d. Faktor-faktor yang mempengaruhi penyakit
Faktor ini ditentukan oleh keadaan lingkungan dan penanganan buah pepaya. Penyakit banyak ditemukan pada kebun-kebun yang lembab, pada tanah pH 5,5 atau lebih rendah. Kerusakan lebih banyak terjadi pada buah yang luka.

e. Pengelolaan
Pengelolaan berbasis PHT dapat dilakukan dengan saran sebagai berikut: Berusaha untuk tidak membuat luka pada buah, membersihkan lahan dari sisa-sisa tanaman yang berpenyakit, mengatur jarak tanam, tidak menanam pepaya secara tumpangsari dengan tanaman lain yang dapat menjadi inang C. gloeosporioides, pemetikan buah pada saat buah asih bewarna hijau dll

Penyakit Bakteri
a. Gejala
Penyakit pada daun papaya ini pertama kali dilaporkan terjadi di Jawa Timur. Penyakit ini menimbulkan kerugian yang besar terutama pada musim penghujan. Gejala yang ditimbulkan adalah pada tanaman muda daun menguning dan membusuk. Umumnya setelah beberapa lama tanaman akan mati pada tanaman atas, lama-kelamaan diikuti matinya seluruh tanaman.

b. Penyebab penyakit
Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Erwinia papayae. Sebelumnya pernah disebut sebagai Bacillus papayae. Bakteri ini berbentuk basil, panjang 1,0-1,5mm, berantai, tidak berspora, gram negative, dan aerob.

c. Daur penyakit
E. papayae dapat ditularkan oleh serangga. Cara pemencaran lainnya belum pasti. Infeksi dapat terjadi pada sisi atas maupun sisi bawah daun. Percobaan penularan ke tanaman lain tidak memberikan hasil. Penyakit ini berkembang baik pada musim penghujan.

d. Pengelolaan
Sebelum meluas hal yang bisa dilakukan adalah bagian tanaman yang terinfeksi segera dibuang (dipotong dan dibakar). Hal lain yang bisa dilakukan adalah dengan budidaya dan pengelolaan tanaman yang baik sehingga dapat terhindar dari penyakit ini.

Penyakit Busuk Akar
a. Gejala
Penyakit ini merupakan salah satu penyakit penting di Indonesia. Hawar Phytophthora dapat menjadi salah satu penyakit yang menghancurkan sebagian besar dari pepaya. Penyakit ini muncul pada bermacam-macam umur. Selain pada akar dan batang, penyakit ini juga timbul di buah baik yang masih muda atupun dalam penyimpanan. Jamur ini menyebabkan berbagai kerusakan, termasuk damping-off, busuk akar, batang membusuk dan girdling, dan busuk buah.
Gejala yang ditimbulkan oleh penyakit ini adalah mula-mula daun layu, menguning, dan menggantung di sekitar batang sebelum rontok. Daun mudapun juga menunjukkan gejala yang sama sehingga tanaman hanya mempunyai sedikit daun-daun kecil di puncaknya. Pada akar gejalanya adalah terdapat akar-akar lateral yang membusuk menjadi massa bewarna cokelat tua, lunak, dan sering berbau tidak sedap. Pada semai penyakit ini menyebabkan rebah kecambah (damping off). Pangkal batang membusuk dan tampak seperti selai. Terdapat anggapan bahawa tanaman pepaya itu mudah. Jika penanaman hanya untuk kebutuhan sendiri, memang demikian. Namun, saat dikebunkan secara komersial, penyakit dumping off dan kapang daun di pembibitan menjadi masalah yang serius.
Dumping off timbul kerana aerasi jelek atau kelembapan tinggi.Pemakaian pupuk kandang belum matang memicu munculnya penyakit ini. Di dataran tinggi, Phythium aphanidermatum tidak aktif. Peranannya diambil alih oleh Rhizoctonia dengan gejala serangan sama. Rebah batang dapat dihindari dengan memakai media semai steril. Sterilisasi dilakukan dengan medium suap air panas atau pemberian Basamid atau formalin 4% selama 24 jam.

b. Penyebab penyakit
Penyakit ini disebabkan oleh patogen Phytophthora palmivora. Dahulu patogen ini sering disebut sebagai Ph. Faberi Maubl atau Ph. Theobromae. Patogen ini mudah dibiakkan. Patogen mempunyai banyak sporangium besar dalam karangan simpodial, mempunyai papil terminal yang menonjol. Setelah masak sporangium lepas dari sporangiofornya beserta dengan pedisel (tangkai) yang pendek.

c. Daur penyakit
Patogen ini merupakan patogen tular tanah dan dapat bertahan lama di dalam tanah yang mengandung banyak bahan organik. Selain itu, dapat menginfeksi berbagai tumbuhan inang, Patogen ini menyebar dengan bantuan air yang mengalir dia atas permukaan tanah. Diduga penyakit dapat menyebar dengan perantaraan sporangium yang terdapat pada permukaan buah yang terinfeksi.

d. Faktor-faktor yang mempengaruhi penyakit
Penyakit ini umumnya dapat berkembang baik pada lingkungan yang sesuai. Kerugian besar dapat terjadi pada keadaan tanah yang basah, khususnya jika air mengalir di permukaan tanah. Selain itu suhu udara juga sangat membantu dalam perkembangan penyakit. Penyakit ini berkembang optimal pada suhu udara 20-30°C. Infeksi lebih banyak terjadi pada akar yang luka. Selain itu juga pada buah mtang yang lebih rentan terhadap penyakit ini. Penyakit rebah kecambah yang sering menyerang persemaian terjadi pada suhu dan kelembaban yang tinggi. Penyakit dibantu oleh tanah yang basah, drainase, dan aerasi tanah yang buruk, penanaman biji terlalu dalam, dan jarak tanam yang terlalu rapat (Alfaeez 1987)

e. Pengelolaan
Dalam pengelolaan penyakit ini dapat dilakukan dengan cara adanya drainase yang baik, mencegah penularan pada tanaman lain dengan membongkar dan memusnahkan bagian tanaman agar tidak menjadi sumber inokulum, selain itu diadakan rotasi dengan tanaman lain. Untuk pengendalian di persemaian dilakukan dengan cara menjaga pola pembibitan sehingga drainase dan aerasinya baik

Penyakit bercak cincin
a. Gejala
Penyakit ini umumnya menyebabkan daun menjadi belang dan terjadi malformasi daun. Jika menyerang buah umumnya buah bergejala terdapat cincin-cincin dan bercak-bercak. Pada tangkai daun terdapat garis-garis hijau tua dengan tangkai yang pendek, sehingga hal ini tentunya akan mempengaruhi produksi buah sehingga sangat membatasi potensi untuk produksi komersial. Pertama gejala muncul sebagai menguning dan urat-kliring daun muda. Bintik-bintik kuning yang menonjol dari daun. Satu atau lebih lobus daun terinfeksi dapat menjadi sangat terdistorsi dan sempit dan garis-garis hijau gelap dapat mengembangkan pada petioles dan batang.

b. Penyebab penyakit
Penyakit ini disebabkan oleh virus bercak cincin papaya Papaya ringspot virus (PRV). Virus ini berbentuk batang lentur dengan panjang 800nm dan garis tengah 12nm. Dalam sel tanaman sakit umumnya terdapat sel khusus berbentuk cakra (pinwhell inclusion).

c. Daur penyakit
Virus ini mudah ditularkan secara mekanis dengan menggunakan sap tanaman. Virus tidak terbawa oleh biji. Sampai saat ini beberapa kutu daun dilaporkan menjadi penular virus secara non persisten terutama Myzus persicae.

d. Pengelolaan
Sampai saat ini pengelolaan menggunakan kimiawi karena sangat susah untuk mengendalikan penyakit di lapang. Untuk penanggulangan yang pernah dicoba yaitu menggunakan cara proteksi silang yaitu dengan menulari semai papaya dengan virus bercak cincin papaya yang telah dilemahkan. Selain itu dihindari penanaman tanaman suku Cucurbitaceae di sekitar kebun papaya. Pertumbuhan tanaman yang terinfeksi menunjukkan penurunan. Dampak lain adalah penurunan berbuah, dan kualitas (terutama rasa). Pepaya ringspot virus dapat ditularkan secara mekanis dan okulasi. Namun, transmisi Aphid adalah mekanisme yang paling penting untuk menyebarkan penyakit di lapangan.
Sampai saat ini, sedikit yang bisa dilakukan untuk secara efektif mengendalikan penyakit ini. Upaya untuk mengurangi tingkat penyakit dengan menerapkan Aphicides (insektisida) belum berhasil. Budidaya papaya yang baik seperti mengisolasi tanaman terinfeksi dan mengisolasi secara fisik kebun Namun, sumber-sumber yang baik resistensi lapangan telah diidentifikasi oleh para ilmuwan di Homestead Tropis Pusat Penelitian dan Pendidikan, dengan potensi untuk varietas unggul.


2. HAMA PEPAYA CALIFORNIA

Lalat Buah
Lalat buah biasanya menyerang pada bauh yang muda sampai menelang tua, sebab kerusakannya mencapai 60% buah akan menadi busuk dn selanjutnyqa menjadi patogen penyakit busuk buah atau antraknose, sekeliling lahan pepaya california harus dipasang antraktan perangkap lalat buah dengan jarak pepasanagan 10 m dan bahan aktife yg dipakek adalah metil eugenol atau petrogenol yg di aplikasikan 2 minggu sekali.

Kutu Putih
Kutu Putih menyerang tanaman pada saat di pembibitan sampai tanaman tua.. hama ini bersifat POLY PAGE . seranagan pada tanaman muda biasa dilakukan dibawah daun.. sehingga tanaman yang tersaerang dan berubah menjadi abnormal atau kreting atau mengkerut dan ujung pertumbuhan juga mengkerut. Serangan pada bunga maka akan teradi gagal.. karna bunga akan mengalami kerontokan…serangan pada buah maka buah muda atau buah tua akan tidak sehat dan tampilan akan menjadi kurang sempurna… sebab kutu putih juga merupakan pantogen dari penyakit Jamur jelaga.

Trip Sp
Hama ini merupakan penyebab tanaman pepaya menjadi keriting… serangan di mulai dari tanaman muda smpai tanamn muda.. dan serangn pucuk naman akan menadi kecil dan berdampak pada pembungnaan akan menadi kegagalan mencapai 80%.
Akibat dari serangan hama ini makan daun menadi keriting dan berubah abnormal… daun pada akhirnya akan menjadi cacat permanen …pada serangan ujung pertumbuhan maka tanaman akan gagal dalam pembungaan ,meniadi buah

Proteksi Hama Dan Penyakit
Pencegahan hama dan penyakit sangat penting dilakukan dalam budidaya Pepaya california Khususnya agar dapat menghasilkan produksi yang maksimal dan sesuai dengan permintaan umlah dan KWALITAS buah sehingga hasil panen akan bisa dipasarkan di mpasar swalayan atau supeermarket dan bahkan di ekspor ataupun masuk molahan industri.
Langkah awal proteksi kami akan paparkan atas dasar pengalaman yang telah kita lakukan bersama sama dengan sejumlah petani nyang telah tersebar di seluruh wilayah Nuswantoro.

Pengendaliaan dan pencegahan penyakit
Penyakit penting pada tanaman pepaya adalah sebab dari penyakit dari tanah, hal ini biasanya disebabkan oleh persiapan dan treatment tanah yang kurang maksimal maka biasanya para petani pembudidaya kurang bisa menguasai bagaimana menstabilkan PH Tanah di saat teradi curah huan yang tinggi sebagai sumber air.
Maka yang biasa kita lakukan adalah disaat pengolahan tanah  kami bersama sama dgn petani dalam arti berkolaborasi perpaduaan ilmu dan pengetahuaan cukup dengan menggunakan POC + Bi dan B2 diaplikasikan saat tanam dan selanjutnya diaplikasikan 2 minggu sekali sampai 1 bulan sekali cukup dengan kocor tanah dalam kondisi tanah yang basah,
Hal ini akan berakibat pada pembenahan tanah akan tertreatment dengansendirinya secara tidak langsung maka penyakit yang meenyebabkan kebusukan akkar akan ternetralisir oleh POC tsb uga PH tanah akan menadi normal sehingga akan menekan perumbuhan penyakit penggangu akar dengan demikiaan m aka akar akan bisa bekera secara maksmal sebagai slah satu organ pencari makanan.
Maka POC tersebut akan berperran sebagai Fungisida organik hayati dan juga sebagai insectisida organik hayati yang ramah lingkungan.
Sebab hama dan penyakit yang ada didalam tanah sangat sulit dideteksi oleh petani pada umumnya yang kurang berpengalaman… misal ika adanya serangan busuk akar  maka tanda tanda awal adalh karena faktor PH tanh yang tidak netral  akar kurang bekera maksimal… selanutnya yang terjadi tanaman akan merana  dengan penampakan daun kekuningan  tidak segar  pada saat tanaman berbungan maka bunga akan selalu rontok sehingga nyaris tiddak ada buah jadi nah  jika hal itu terjadi maka tiak butuh waktu yang lama tanaman alan mati.
Maka disini betapa pentingnya pencegahan hama dan penyakit.
Jika pencegahan telah dilakukan dismping mencegah kematiaan tanaman efek yang akan teradi pertumbuhan akan maksimal dan kwalitas buah yang dihasilkan akan berwarna merah menyala dan buah kenyal serta rasanya manis dan mempunyai aroma kusus.
Pengendalian Hama
Pengendaliaan hama secara alamai atau kerap disebut organik dan nabati salah satu nya adalah penanaman tanaman Kenikir dan Sere di sekeliling lahan penanaman pepaya california
Yang bertuuaan untuk mengusir hama hama pengganggu tanaman pepaya yang kita  budayakan agar tidak tersesrang olah hama hama  tersebut.
Kenikir dan sere oleh petanai uga bisa diual atau di masak untuk sayur.

Penggunaan PESNAB ( pestisida Nabati )
Aplikasi atau perawatan hariaan  tanaman pepaya california cukup mengunakan penyemprotan berkala PESNAB 4 ssampai 7 nhari sekali secara rutin,juga bisa dicampur dengan pestisida  industri FASTAK, Convidor uga bisa CASCADE atau dicampur dgn pupuk buah serta ZPT ATONIK.Pencagahan ini adalah untuk melindugi serangan hama dan penyakit tanaman agar mengasilkan buah yang gradasinya mulus dan bersih.

tahu

PANEN DAN PENGIRIMAN


Pepaya akan mulai berbunga pada umur 3 – 4 bulan setelah tanam, dan buahnya dapat dipanen sekitar 3 – 4 bulan sejak bunga mekar. Pemanenan biasanya dilakukan pada buah yang telah memenuhi tingkat kematangan optimal atau disesuaikan dengan keperluan. Pepaya memiliki tujuh stadia kematangan buah, yaitu matang fisiologis (mature green), semburat kuning (colour break), 25% kuning (quarter ripe), 50% kuning (halp ripe), 75% kuning (ripe), 100% kuning (full ripe), dan terlalu matang (over ripe).
Untuk memenuhi permintaan pasar lokal, kriteria buah pepaya yang dipanen adalah sudah tua dengan kondisi buah 95% berwarna hijau, disertai semburat warna kuning diantara tengah dan ujung pepaya. Penampakan luar buah kelihatan mengkal, tetapi apabila dibelah bagian dalamnya sudah menunjukkan warna merah kekuningan Sebelum buah pepaya dipanen, dada beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu:
Lakukan panen buah pada kondisi cuaca cerah namun tidak terlalu panas, yaitu pagi hari jam 07:00 – 12:00 atau sore hari jam 15:00 – 17:00.
Amati tingkat kematangan buh dengan cara memperhatikan jumlah semburat warna merah pada kulit buah, 5 – 25 % semburat merah.
Perkiraan umur buah dari saat bunga mekar adalah 140 – 155 hari.
Untuk jarak angkut jauh, sebaiknya buah yang dipetik masih berwarna hijau kekuningan.
Agar tidak melukai kulit buah, sebaiknya pemetikan menggunakan sarung tangan yang permukaannya tidak kasar.
Cara pemetikan dengan memutar buah menggunakan tangan sampai terlepas dari tangkainya.
Cara lain adalah dengan memotong tangkai buah sepanjang satu buku menggunakan pisau tajam.
Jika pohon pepaya tinggi, sebaiknya gunakan tangga untuk memetik.
Setiap buah yang dipanen, idealnya buah dibungkus dengan kertas koran. Tujuannya untuk mencegah gesekan atau benturan antarbuah yang dapat mengakibatkan buah memar.
Lapisi keranjang /wadah buah menggunakan daun kering atau kertas koran yang berfungsi sebagai bantalan. Buah disusun berdiri atau tidur, yang besar diletakkan di bagian bawah. Rongga antarbuah diisi dengan daun kering atau kertas koran.
Tumpukan buah sebaiknya tidak terlalu tinggi untuk menghindari tekanan yang terlalu berat bagi buah yanhg berada di bagian bawah.
Angkat keranjang dengan hati-hati agar ketika dibawa ke pasar atau ke tempat penyortiran tidak terjadi guncangan dan gesekan yang dapat melukai buah.

Setelah dipanen, selanjutnya buah pepaya perlu ditangani agar tetap dalam kondisi baik ketika sampai di tangan konsumen. Secara umum kegiatan pascapanen buah pepaya meliputi beberapa proses sebagai berikut:

1. Sortas/grading buah, bertujuan untuk menghasilkan buah yang seragam dan sesuai dengan kelas mutu buah yang diinginkan. Kegiatannya memilah dan memisahkan buah berdasarkan ukuran, bentuk, tingkat kemasakan buah, dan keseragaman warna.
Buah pepaya yang akan dijual untuk kebutuhan pasar swalayan/supermarket dan untuk ekspor perlu dilakukan pengelompokan terhadap buah yang telah disortasi menjadi kelompok kelas tertentu. Untuk kelas yang paling baik, yaitu kelas super perlu memenuhi kriteria antara lain kualitas buah sesuai dengan karakteristik varietas dan bebas dari kerusakan kulit yang mempengaruhi tampilannya.
Untuk kelas A, kualitas buah sesuai dengan karakteristik varietas, ada sedikit kerusakan pada permukaan kulit buah yang tidak melebihi 0% dari jumlah totalnya. Untuk kelas B, hampir sama dengan kelas A, namun total kerusakan kulit buah tidak melebihi 5%. Kerusakan pada kulit buah misalnya ada memar akibat benturan, terpapar sinar matahari, dan/atau kena getah.

2. Pengemasan, dilakukan untuk mempertahankan mutu buah, tertutama pada saat pengangkutan atau penyimpanan. Selain itu pengemasan juga bertujuan agar penampilan buah menjadi lebih menarik ketika dijual. Pepaya yang sudah dikemas dengan tempat buah, bak plastik, atau dicurah langsung, perlu ditata rapi di bak pengangkut.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pengemasan buah pepaya adalah sbb: Gunakan alat kemas seperti kotak karton atau kardus yang memiliki sekat-sekat.
Pastikan pada alat kemas terdapat lubang/celah untuk sirkulasi udara.
Tempatkan buah yang sudah dikemas pada wadah yang kering atau pada tempat penyimpanan yang suhunya bisa diatur.

3. Penyimpanan, dilakukan untuk menjaga buah agar memiliki tingkat kesegaran yang lebih lama. Selama dalam penyimpanan, karton/kardus pepaya sebaiknya disusun secara teratur tidak tumpang tindih. Bila terpaksa harus ditumpuk, usahakan agar karton tidak lebih dari tiga tumpukan. Suhu ruang penyimpanan diatur agar tetap kering dengan sirkulasi udara yang baik. Akan lebih baik lagi jika ruang penyimpanan dilengkapi dengan AC/pendingin.

4. Transportasi, dilakukan dengan menggunakan alat angkut berupa kendaraan roda dua atau roda empat.
Jika menggunakan kendaraan roda dua, maka perlu dibuat tempat buah pepaya yang dirancang khusus. Namun jumlah buah yang dapat diangkut terbatas.Untuk jarak jauh dan jumlahnya banyak, maka selama pengangkutan buah pepaya yang dikemas dalam kotak karton/kardus sebaiknya diusahakan agar tinggi tumpukannya tidak menyebabkan buah yang didalam karton/kardus menjadi rusak dan diupayakan goncangan yang terjadi tidak terlalu keras.
Penyusunan kotak pepaya dalam kendaraan harus memperhatikan kekuatan kemasan dan juga memperhatikan adanya sirkulasi udara untuk mencegah buah menjadi busuk/rusak.
tahu

PERAWATAN BUDIDAYA PEPAYA CALIFORNIA




Perawatan Meliputi

Penyiraman berkala di saat musim kemarau karna pada fase vegetatife pepaya california tidak suka genanagan air akan tetapi butuh air kecuali jika musim penghujan.
Pada saat tanaman sudah dewasa atau sudah berbuah lebat maka penyiraman di musim kemarau bisa di leb dari sumur bor atau dari irigasi pertaniaan.

Pembumbunan

Pembubumbunan di lakukan pada saat umur 1,5 bln di bumbun tipis tipis sambil memebersihkan gulma di sekitar tanaman,
pembumbunnan ke dua pada saat tanaman usia 2,5 bulan dengan tinggi 10 sampai 15 cm sambil memninggikan bedengan dan uga mendalamkan parid, karna usia 2,5 bulan biasnya sudah mulai berbunga dan bunga jadi.

Pruning Tunas

Pruning tunas daun harus di lakukan agar pertumbuhan batang membesar karna pepaya california merupakan tanaman yang cepar berbunga pada daun ke 22 sehingga dengan dilakukan pruning tunas tunas di ketiak daun maka akan mengurangi beben pertumbuhan pepaya california.

Pruning Buah

Pruning buah ini dilakukan pada saat tanaman usia 4 bln. lakukan pruning buah dengan memilih buah yang sempurna dan yang tidak sempurna harus di pruning dan di buang sehingga saat panen nanti buah yang kita petik akan menghasilkan greed A yang nilai ekonomisnya tinggi.

Pemupukan

Dalam budidaya pepaya california, pemberian pupuk susulan dilakukan setiap 1 bulan sekali. Pupuk yang diberikan adalah pupuk kandang dan pupuk kimia Ponska sebanyak 1 sampai 1 ons per batang. Pupuk kandang diberikan sebanyak 5 kg tiap pohonnya saat usia 2,5 bln, atau sesuai kebutuhan dan kondisi tanaman. Pupuk kandang ditabur dalam jarak 50 cm di sekitar diameter tanaman. Untuk pupuk Ponska.

POC ( Pupuk Organika Cair Hayati )

Diberikan 2 minggu sekali saat musim penghuan dalam kondisi tanah harus basah dan 1 bln sekali saat musim kemarau.
Dosis 100 ml + 1 tangka air di aplikasikan 50 pohon atau 1 liter untuk 500 pohon,pemberiaan rutin pupuk organik cair hayati ini sangat memebantu pertumbuhan tanaman dan uga mencegah timbulnya penyakit busuk akar. Pemupukan dengan Pupuk Organik Cair Hayati  juga akan berdampak menambah aroma buah pepaya , warna buah pepaya california, kekerasan buah pepaya california, size buah pepaya california, juga kemulusan buah lihat di proteksi hama dna penyakit.

tahu

PENGOLAHAN LAHAN




Sebelum lahan bisa ditanami untuk budidaya pepaya perlu disiapkan terlebih dahulu. Persiapan terkait pengolahan lahan ini antara lain: membersihkan lahan dari rumput, gulma dan tanaman pengganggu, pengemburan tanah, penyesuaian ph tanah, pemberian pupuk kandang dan pembukaan tanah bawah supaya terkena sinar matahari.
Disamping itu pembuatan lubang tanam juga perlu di perhatikan.Lahan untuk budidaya tanaman pepaya dapat berupa : tanah pekarangan, tanah sawah dan tanah tegalan.

Rincian persiapan lahan untuk budidaya pepaya california adalah sebagai berikut

Lahan yang akan di tanam pepaya sebaiknya di bersihkan dahulu dari gulma / pepohonan yang mengganggu pertumbuhan tanaman pepaya. Persiapan lahan menanam pepaya dapat dilakukan dengan penyangkulan tanah atau lahan pepaya di bajak/ traktor untuk penggemburan tanah.
Selanjutnya buat lobang ukuran sekitar L 50m P 100 (tujuan untuk calon bibit per lobang di isi 1 bibit pepaya dan arah panjang T-B) kedalaman 50cm. (kurang lebih) Tanah bekas lobangan di singkirkan dari mulut lobangan sekitar 0.5m.
Lobang tanaman area pepaya yang baik dan benar awal penentu keberhasilan menjadi subur. Sela-sela samping lobang di tabur kompos matang 1/5 karung (ada beberapa tahap pemberian kompos), di kering anginkan sekitar satu minggu.
Selanjutnya kompos di sisir dengan cangkul beserta tanah (campur tanah sampai rata) di masukkan dalam lobang, sekalian diatur palir untuk pengairan.
Kemudian biarkan dalam jangka waktu sekitar satu minggu bibit pepaya di tanam per lobang isi 1  bibit pepaya yang pilihan bibit sempurna atau panjnag dan di isi 2 bibit yang dinyatakan ragu ragu ( calon seleksi tanaman pepaya kategori ragu ragu dilakukan setelah usia 2,5  bln setelah tanam di pilih yang berbunga panjang yang BUNGA BULAT DI POTONG).
Untuk pengaturan jarak tanam pepaya bisa menggunakan :
·         Jarak 2.5 x 3.0(arah T-B), 1,750 Pohon Per Ha
·         Atau 2.0 x 2.5 (arah T-B = 2.000, Pohon Per HA)

tahu

SYARAT TUMBUH PEPAYA CALIFORNIA AGAR BERBUAH LEBAT




Tanaman pepaya california akan tumbuh baik apabila hidup di tempat yang beriklim sesuai.  Karena tanaman pepaya californiamemiliki batang basah, dan bunga tumbuh pada ketiak daun, maka tanaman pepaya membutuhkan cahaya dan panas matahari, serta kelembapan udara yang tinggi.
Apabila kebutuhan cahaya, panas, dan kelembapan udara tidak terpenuhi, maka pertumbuhan tanaman akan terhambat, di antaranya tanaman dapat bersifat kerdil, karpeoid, dan produksi buahnya menjadi tidak berkualitas.

Syarat tumbuh tanaman pepaya california adalah:
(1).  Cahaya matahari
Tanaman pepaya california termasuk tanaman yang memerlukan intensitas cahaya matahari secara penuh, yaitu 100%.  Tanaman pepaya yang mendapat cahaya matahari secara cukup, daunnya akan dapat melakukan proses fotosintesis secara optimal, sehingga tanaman akan tumbuh secara optimal dan akan menghasilkan buah dengan kualitas yang baik.

(2). Suhu
Tanaman pepaya california akan tumbuh optimal apabila lokasi penanaman berada pada suhu antara 25-30 derajat Celcius,  karena perkecambahan biji akan berlangsung cepat di malam hari pada suhu 26 derajat Celcius dan perkecambahan akan berlangsung cepat pada siang hari pada suhu 35 derajat Celcius.

(3). Air
Tanaman pepaya california memerlukan air untuk pertumbuhannya, karena air merupakan faktor utama untuk pertumbuhan tanaman pepaya secara optimal.  Air sangat diperlukan untuk pertumbuhan generatif, yaitu pertumbuhan pada masa pembungaan dan berbuah.  Kondisi lahan yang kelembabannya rendah pada masa generatif dapat mengakibatkan bunga gugur, penyerbukan berlangsung tidak sempurna, dan buah terlalu kecil dengan bentuk yang tidak sempurna.

(4). Angin
Angin bagi tanaman pepaya berguna untuk membantu penyerbukan.  Oleh karena itu, faktor angin sangat berperan penting untuk tanaman pepaya california.  Akan tetapi, angin yang sesuai untuk penyerbukan adalah angin yang tidak terlalu kencang, karena angin yang kencang dapat menerbangkan serbuk sari dan dapat merobohkan batang papaya.

(5).  Lahan yang sesuai
Lahan yang cocok untuk usaha perkebunan pepaya california adalah lahan yang subur, yang kaya bahan organik.  Pepaya california akan tumbuh optimal apabila ditanam di tanah subur yang sedikit mengandung pasir tetapi banyak mengandung humus.  Tanaman ini dapat tumbuh baik di dataran rendah dengan ketinggian hingga 500 m di atas permukaan laut.  Pepaya california akan tumbuh optimal pada lahan yang terbuka dan memiliki drainase yang baik, serta memiliki pH
tanah 6-7.

(6). Ketinggian tempat
Ketinggian tempat berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman pepaya, khususnya berpengaruh terhadap lamanya waktu pembibitan.  Semakin rendah ketinggian suatu lokasi perkebunan pepaya california, maka semakin cepat waktu persemaian, yaitu hanya sekitar 1,5-60 hari.  Ketinggian tempat juga berpengaruh terhadap ukuran dan kualitas buah yang dihasilkan.  Selain itu, ketinggian tempat juga berpengaruh terhadap kecepatan berbunga.  Semakin rendah lokasi perkebunan, maka tanaman lebih cepat berbunga.  Pepaya california akan optimal pertumbuhannya pada 300 m dpl.

(7). Curah hujan
Tanaman pepaya california akan tumbuh optimal dan dapat menghasilkan buah dengan kualitas bagus apabila tanaman mendapatkan curah hujan 100 mm selama setengah tahun tanpa mendapatkan pengairan tambahan.  Apabila berlangsung musim kering, maka tanaman pepaya perlu diberi pengairan yang cukup,  karena produktivitas tanaman tergantung pada tercukupinya air pada musim kemarau.

(8). Kelembaban
Tanaman pepaya california membutuhkan kelembaban sebesar 66%.  Kelembaban tersebut akan membuat tanaman pepaya tumbuh optimal.  Namun, apabila kelembabannya terlalu rendah, maka dapat menyebabkan daun tua cepat gugur

tahu

PENYEMAIAN BIBIT PEPAYA CALIFORNIA




Cara Penyemaiaan Benih Pepaya California di Polybag
Cara Semai Benih Pepaya California Pot Polybag – Sebelum benih Pepaya california di semai, terlebih dahulu benih di rendam didalam air hangat selama satu hari. Apa tujuan dari perendaman benih Pepaya california ini Tujuannya adalah untuk menentukan antara benih yang berkualitas dengan benih yang tidak berkualitas. Benih Pepaya california yang berkualitas ditandai dengan benih tersebut tenggelam.Apabila terdapat benih yang mengambang atau terapung, maka segera buang dan jangan dipakai untuk disemai. Hal tersebut dikarenakan benih yang terapung tidak berkualitas dan akan menghasilkan tanaman yang tidak bagus ketika tanaman tersebut sudah tumbuh.
Sebelum menyemai benih, ada baiknya Anda memiliki cara menyemai. Ada dua cara yang dapat Anda gunakan untuk menyemai benih dan Anda dapat menggunakan salah satu diantaranya. Dan tahap penyemaian benih adalah sebagai berikut.

Menyemai Benih Pepaya california di Polybag
Polybag dapat dijadikan sebagai media untuk menyemai benih pepaya california. Apabila Anda ingin menyemai dengan menggunakan polybag, maka pilihlahpolybag yang berukuran 22 x 17 cm. Setelah menyipakan polybag, selanjutnya Anda dapat mempersiapkan media semai.
Media semai merupakan media campuran dari beberapa bahan. Bahan-bahan yang akan dicampur untuk mendapatkan media semai diantaranya adalah sebagai berikut.
·         Siapkan dua ember tanah yang telah diayak terlebih dahulu.
·         Siapkan satu ember pupuk kandang yang telah benar-benar matang dan steril. Ayaklah pupuk kandang sebelum digunakan.
·         Siapkan juga 50 gram TSP yang telah dihaluskan.
·         Siapkan POC Hayati
·         Setelah semua bahan telah siap, campurkan seluruh bahan hingga tercampur merata.
·         Semprotkan POC HAYATI dengan perbandingan 1 tangki : 100 ml POC Hayati disemprot merata di semua permukaan yang sebelumnya polibag telah di siram dengan gembor secara jenuh.
·         Setelah tercampur merata, kemudian benih dimasukkan ke dalam polybag dengan cara di benamkan rata dengan permukaan tanah di polibag dan lalu di uruk dengan abu dapur yang telah dihaluskan dan di ayak hanya dengan diambil 3 jari,
·         untuk mencegah semut dan pengganggu dari tanah maka sebelum pol,ibag disusun sebaiknya tabur diatas permukaan tanah dengan furadan yang dicampur dengan kapur semut, juga disekeliling polibag yang disusun rapi  agar tidak diganggu oelh semut merah kecil.
·         Beri Naungan Plastik tranparan/plastik uvi agar terhindar dari huan akan tetapi tetap terkena sinar matahari 100 % .
·         Perawatan pesemaiaan bibit lakukan penyiraman pagi dan sore dan lakukamn penyemprotan POC Hayati 2 minggu sekali selama di pembibitan.
Bibit atau kecambah dapat dipindahkan di lahan penanaman apabila telah memiliki ketinggian 16-19 cm atau sekitar 46-59 hari.