1. PENYAKIT PEPAYA CALIFORNIA
Jamur Corynespora cassiicola.
a. Gejala
Dulunya nama pathogen ini adalah Helminthosporium cassiicola. Miselium bewarna
cokelat muda dengan tebal 2-6mm membentuk konidiofor tunggal, tegakbatau agak
lentur. Konidium berbentuk lurus, melengkung, atau seperti gada terbalik
b. Daur penyakit
Konidium banyak ditemukan pada bercak daun dan disebarkan oleh angin dan air hujan. Di udara konidium paling banyak ditemukan pada tengah hari. Patogen yang menginfeksi jaringan daun dan buah muda tidak dapat berkembang sebelum jaringan tersebut menua.
c. Pengelolaan
Umumnya penyakit ini tidak menimbulkan kerugian yang sangat berarti. Pengendalian yang selama ini dilakukan adalah menggunakan fungisida sintetik.Pencegahan penyakit dapat dilakukan dengan fungisida Maneb 80 dosis 0,1-0,2% atau Zineb 80 WP 0,1-0,2%.
Antraknos
Penyakit ini disebabkan oleh patogen (Colletotrichum gloeosporioides). Penyakit
ini muncul pada buah yang belum matang (bewarna hijau). Gejala tersebut dalam
bentuk bercak-bercak cokelat sampai hitam pada buah. Gejala-gejala awal adalah
kebasah-basahan dan terdapat cekungan pada buah. Bintik ini kemudian berubah
menjadi hitam dan kemudian merah muda ketika jamur menghasilkan spora daging di
bawah titik menjadi lembut dan berair, yang menyebar ke seluruh buah. Pada daun
juga dapat dilihat. bintik yang akhirnya berubah menjadi cokelat. Pada buah,
gejala muncul hanya pada saat pematangan dan mungkin tidak terlihat di waktu
panen (Semangun 2000) Gejala yang nampak adalah adanya tempat cekung di permukaan
buah, yang kemudian memperbesar membentuk lesion. Daging buah yang terkena
menjadi lebih lembut dan cepat membusuk
b. Penyebab penyakit
Penyakit ini disebabkan oleh (C.
gloeosporioides). Cendawan ini mempunyai aservulus berbentuk bulat, jorong, tidak
teratur, berseta atau tidak. Seta mempunyai panjang yang variabel, tetapi
jarang yang lebih dari 200mm, tebal 4-8mm, bersekat 1-4, bewarna cokelat,
pangkal agak membengkak dengan ujung meruncing yang sering membentuk konidium
pada ujungnya.
c. Daur Penyakit
C. gloeosporioides merupakan
cendawan yang umum terdapat di berbagai komoditas. Cendawan ini merupakan
parasit lemah yang dapat menginfeksi dan berkembang pada jaringan yang telah
menjadi lemah, khususnya karena proses penuaan. Cendawan ini dapat menginfeksi
melalui luka atau lentisel. Konidium jamur dipencarkan oleh angin dan air
hujan. Infeksi buah banyak terjadi dari konidium yang berasal dari bercak pada
daun dan tangkai daun.
d. Faktor-faktor yang
mempengaruhi penyakit
Faktor ini ditentukan oleh
keadaan lingkungan dan penanganan buah pepaya. Penyakit banyak ditemukan pada
kebun-kebun yang lembab, pada tanah pH 5,5 atau lebih rendah. Kerusakan lebih
banyak terjadi pada buah yang luka.
e. Pengelolaan
Pengelolaan berbasis PHT dapat
dilakukan dengan saran sebagai berikut: Berusaha untuk tidak membuat luka pada
buah, membersihkan lahan dari sisa-sisa tanaman yang berpenyakit, mengatur
jarak tanam, tidak menanam pepaya secara tumpangsari dengan tanaman lain yang
dapat menjadi inang C. gloeosporioides, pemetikan buah pada saat buah asih
bewarna hijau dll
Penyakit Bakteri
a. Gejala
a. Gejala
Penyakit pada daun papaya ini
pertama kali dilaporkan terjadi di Jawa Timur. Penyakit ini menimbulkan
kerugian yang besar terutama pada musim penghujan. Gejala yang ditimbulkan
adalah pada tanaman muda daun menguning dan membusuk. Umumnya setelah beberapa
lama tanaman akan mati pada tanaman atas, lama-kelamaan diikuti matinya seluruh
tanaman.
b. Penyebab penyakit
Penyakit ini disebabkan oleh
bakteri Erwinia papayae. Sebelumnya pernah disebut sebagai Bacillus papayae.
Bakteri ini berbentuk basil, panjang 1,0-1,5mm, berantai, tidak berspora, gram
negative, dan aerob.
c. Daur penyakit
E. papayae dapat ditularkan oleh
serangga. Cara pemencaran lainnya belum pasti. Infeksi dapat terjadi pada sisi
atas maupun sisi bawah daun. Percobaan penularan ke tanaman lain tidak
memberikan hasil. Penyakit ini berkembang baik pada musim penghujan.
d. Pengelolaan
Sebelum meluas hal yang bisa
dilakukan adalah bagian tanaman yang terinfeksi segera dibuang (dipotong dan
dibakar). Hal lain yang bisa dilakukan adalah dengan budidaya dan pengelolaan
tanaman yang baik sehingga dapat terhindar dari penyakit ini.
Penyakit Busuk Akar
a. Gejala
Penyakit ini merupakan salah satu penyakit penting di Indonesia. Hawar Phytophthora dapat menjadi salah satu penyakit yang menghancurkan sebagian besar dari pepaya. Penyakit ini muncul pada bermacam-macam umur. Selain pada akar dan batang, penyakit ini juga timbul di buah baik yang masih muda atupun dalam penyimpanan. Jamur ini menyebabkan berbagai kerusakan, termasuk damping-off, busuk akar, batang membusuk dan girdling, dan busuk buah.
Penyakit ini merupakan salah satu penyakit penting di Indonesia. Hawar Phytophthora dapat menjadi salah satu penyakit yang menghancurkan sebagian besar dari pepaya. Penyakit ini muncul pada bermacam-macam umur. Selain pada akar dan batang, penyakit ini juga timbul di buah baik yang masih muda atupun dalam penyimpanan. Jamur ini menyebabkan berbagai kerusakan, termasuk damping-off, busuk akar, batang membusuk dan girdling, dan busuk buah.
Gejala yang ditimbulkan
oleh penyakit ini adalah mula-mula daun layu, menguning, dan menggantung di
sekitar batang sebelum rontok. Daun mudapun juga menunjukkan gejala yang sama
sehingga tanaman hanya mempunyai sedikit daun-daun kecil di puncaknya. Pada
akar gejalanya adalah terdapat akar-akar lateral yang membusuk menjadi massa
bewarna cokelat tua, lunak, dan sering berbau tidak sedap. Pada semai penyakit
ini menyebabkan rebah kecambah (damping off). Pangkal batang membusuk dan
tampak seperti selai. Terdapat anggapan bahawa tanaman pepaya itu mudah. Jika
penanaman hanya untuk kebutuhan sendiri, memang demikian. Namun, saat dikebunkan
secara komersial, penyakit dumping off dan kapang daun di pembibitan menjadi
masalah yang serius.
Dumping off timbul kerana aerasi
jelek atau kelembapan tinggi.Pemakaian pupuk kandang belum matang memicu
munculnya penyakit ini. Di dataran tinggi, Phythium aphanidermatum tidak aktif.
Peranannya diambil alih oleh Rhizoctonia dengan gejala serangan sama. Rebah
batang dapat dihindari dengan memakai media semai steril. Sterilisasi dilakukan
dengan medium suap air panas atau pemberian Basamid atau formalin 4% selama 24
jam.
b. Penyebab penyakit
Penyakit ini disebabkan oleh
patogen Phytophthora palmivora. Dahulu patogen ini sering disebut sebagai Ph.
Faberi Maubl atau Ph. Theobromae. Patogen ini mudah dibiakkan. Patogen
mempunyai banyak sporangium besar dalam karangan simpodial, mempunyai papil
terminal yang menonjol. Setelah masak sporangium lepas dari sporangiofornya
beserta dengan pedisel (tangkai) yang pendek.
c. Daur penyakit
Patogen ini merupakan patogen
tular tanah dan dapat bertahan lama di dalam tanah yang mengandung banyak bahan
organik. Selain itu, dapat menginfeksi berbagai tumbuhan inang, Patogen ini
menyebar dengan bantuan air yang mengalir dia atas permukaan tanah. Diduga
penyakit dapat menyebar dengan perantaraan sporangium yang terdapat pada permukaan
buah yang terinfeksi.
d. Faktor-faktor yang
mempengaruhi penyakit
Penyakit ini umumnya dapat
berkembang baik pada lingkungan yang sesuai. Kerugian besar dapat terjadi pada
keadaan tanah yang basah, khususnya jika air mengalir di permukaan tanah. Selain
itu suhu udara juga sangat membantu dalam perkembangan penyakit. Penyakit ini
berkembang optimal pada suhu udara 20-30°C. Infeksi lebih banyak terjadi pada
akar yang luka. Selain itu juga pada buah mtang yang lebih rentan terhadap
penyakit ini. Penyakit rebah kecambah yang sering menyerang persemaian terjadi
pada suhu dan kelembaban yang tinggi. Penyakit dibantu oleh tanah yang basah,
drainase, dan aerasi tanah yang buruk, penanaman biji terlalu dalam, dan jarak
tanam yang terlalu rapat (Alfaeez 1987)
e. Pengelolaan
Dalam pengelolaan penyakit ini
dapat dilakukan dengan cara adanya drainase yang baik, mencegah penularan pada
tanaman lain dengan membongkar dan memusnahkan bagian tanaman agar tidak
menjadi sumber inokulum, selain itu diadakan rotasi dengan tanaman lain. Untuk
pengendalian di persemaian dilakukan dengan cara menjaga pola pembibitan
sehingga drainase dan aerasinya baik
Penyakit bercak cincin
a. Gejala
Penyakit ini umumnya menyebabkan daun menjadi belang dan terjadi malformasi daun. Jika menyerang buah umumnya buah bergejala terdapat cincin-cincin dan bercak-bercak. Pada tangkai daun terdapat garis-garis hijau tua dengan tangkai yang pendek, sehingga hal ini tentunya akan mempengaruhi produksi buah sehingga sangat membatasi potensi untuk produksi komersial. Pertama gejala muncul sebagai menguning dan urat-kliring daun muda. Bintik-bintik kuning yang menonjol dari daun. Satu atau lebih lobus daun terinfeksi dapat menjadi sangat terdistorsi dan sempit dan garis-garis hijau gelap dapat mengembangkan pada petioles dan batang.
a. Gejala
Penyakit ini umumnya menyebabkan daun menjadi belang dan terjadi malformasi daun. Jika menyerang buah umumnya buah bergejala terdapat cincin-cincin dan bercak-bercak. Pada tangkai daun terdapat garis-garis hijau tua dengan tangkai yang pendek, sehingga hal ini tentunya akan mempengaruhi produksi buah sehingga sangat membatasi potensi untuk produksi komersial. Pertama gejala muncul sebagai menguning dan urat-kliring daun muda. Bintik-bintik kuning yang menonjol dari daun. Satu atau lebih lobus daun terinfeksi dapat menjadi sangat terdistorsi dan sempit dan garis-garis hijau gelap dapat mengembangkan pada petioles dan batang.
b. Penyebab penyakit
Penyakit ini disebabkan oleh virus bercak cincin papaya Papaya ringspot virus (PRV). Virus ini berbentuk batang lentur dengan panjang 800nm dan garis tengah 12nm. Dalam sel tanaman sakit umumnya terdapat sel khusus berbentuk cakra (pinwhell inclusion).
c. Daur penyakit
Virus ini mudah ditularkan secara mekanis dengan menggunakan sap tanaman. Virus tidak terbawa oleh biji. Sampai saat ini beberapa kutu daun dilaporkan menjadi penular virus secara non persisten terutama Myzus persicae.
d. Pengelolaan
Sampai saat ini pengelolaan menggunakan kimiawi karena sangat susah untuk mengendalikan penyakit di lapang. Untuk penanggulangan yang pernah dicoba yaitu menggunakan cara proteksi silang yaitu dengan menulari semai papaya dengan virus bercak cincin papaya yang telah dilemahkan. Selain itu dihindari penanaman tanaman suku Cucurbitaceae di sekitar kebun papaya. Pertumbuhan tanaman yang terinfeksi menunjukkan penurunan. Dampak lain adalah penurunan berbuah, dan kualitas (terutama rasa). Pepaya ringspot virus dapat ditularkan secara mekanis dan okulasi. Namun, transmisi Aphid adalah mekanisme yang paling penting untuk menyebarkan penyakit di lapangan.
Sampai saat ini, sedikit yang bisa dilakukan untuk secara efektif mengendalikan penyakit ini. Upaya untuk mengurangi tingkat penyakit dengan menerapkan Aphicides (insektisida) belum berhasil. Budidaya papaya yang baik seperti mengisolasi tanaman terinfeksi dan mengisolasi secara fisik kebun Namun, sumber-sumber yang baik resistensi lapangan telah diidentifikasi oleh para ilmuwan di Homestead Tropis Pusat Penelitian dan Pendidikan, dengan potensi untuk varietas unggul.
2. HAMA PEPAYA CALIFORNIA
Lalat Buah
Lalat buah biasanya menyerang
pada bauh yang muda sampai menelang tua, sebab kerusakannya mencapai 60% buah
akan menadi busuk dn selanjutnyqa menjadi patogen penyakit busuk buah atau
antraknose, sekeliling lahan pepaya california harus dipasang antraktan
perangkap lalat buah dengan jarak pepasanagan 10 m dan bahan aktife yg dipakek
adalah metil eugenol atau petrogenol yg di aplikasikan 2 minggu sekali.
Kutu Putih
Kutu Putih menyerang tanaman
pada saat di pembibitan sampai tanaman tua.. hama ini bersifat POLY PAGE .
seranagan pada tanaman muda biasa dilakukan dibawah daun.. sehingga tanaman
yang tersaerang dan berubah menjadi abnormal atau kreting atau mengkerut dan
ujung pertumbuhan juga mengkerut. Serangan pada bunga maka akan teradi gagal..
karna bunga akan mengalami kerontokan…serangan pada buah maka buah muda atau
buah tua akan tidak sehat dan tampilan akan menjadi kurang sempurna… sebab kutu
putih juga merupakan pantogen dari penyakit Jamur jelaga.
Trip Sp
Hama ini merupakan penyebab
tanaman pepaya menjadi keriting… serangan di mulai dari tanaman muda smpai
tanamn muda.. dan serangn pucuk naman akan menadi kecil dan berdampak pada
pembungnaan akan menadi kegagalan mencapai 80%.
Akibat dari serangan hama ini makan daun menadi keriting dan berubah abnormal… daun pada akhirnya akan menjadi cacat permanen …pada serangan ujung pertumbuhan maka tanaman akan gagal dalam pembungaan ,meniadi buah
Akibat dari serangan hama ini makan daun menadi keriting dan berubah abnormal… daun pada akhirnya akan menjadi cacat permanen …pada serangan ujung pertumbuhan maka tanaman akan gagal dalam pembungaan ,meniadi buah
Proteksi Hama Dan Penyakit
Pencegahan hama dan penyakit sangat
penting dilakukan dalam budidaya Pepaya california Khususnya agar dapat
menghasilkan produksi yang maksimal dan sesuai dengan permintaan umlah dan
KWALITAS buah sehingga hasil panen akan bisa dipasarkan di mpasar swalayan atau
supeermarket dan bahkan di ekspor ataupun masuk molahan industri.
Langkah
awal proteksi kami akan paparkan atas dasar pengalaman yang telah kita lakukan
bersama sama dengan sejumlah petani nyang telah tersebar di seluruh wilayah
Nuswantoro.
Pengendaliaan dan pencegahan penyakit
Penyakit penting pada tanaman pepaya
adalah sebab dari penyakit dari tanah, hal ini biasanya disebabkan oleh
persiapan dan treatment tanah yang kurang maksimal maka biasanya para petani
pembudidaya kurang bisa menguasai bagaimana menstabilkan PH Tanah di saat
teradi curah huan yang tinggi sebagai sumber air.
Maka
yang biasa kita lakukan adalah disaat pengolahan tanah kami bersama sama
dgn petani dalam arti berkolaborasi perpaduaan ilmu dan pengetahuaan cukup
dengan menggunakan POC + Bi dan B2 diaplikasikan saat tanam dan selanjutnya
diaplikasikan 2 minggu sekali sampai 1 bulan sekali cukup dengan kocor tanah
dalam kondisi tanah yang basah,
Hal
ini akan berakibat pada pembenahan tanah akan tertreatment dengansendirinya
secara tidak langsung maka penyakit yang meenyebabkan kebusukan akkar akan
ternetralisir oleh POC tsb uga PH tanah akan menadi normal sehingga akan
menekan perumbuhan penyakit penggangu akar dengan demikiaan m aka akar akan
bisa bekera secara maksmal sebagai slah satu organ pencari makanan.
Maka
POC tersebut akan berperran sebagai Fungisida organik hayati dan juga sebagai
insectisida organik hayati yang ramah lingkungan.
Sebab
hama dan penyakit yang ada didalam tanah sangat sulit dideteksi oleh petani
pada umumnya yang kurang berpengalaman… misal ika adanya serangan busuk
akar maka tanda tanda awal adalh karena faktor PH tanh yang tidak
netral akar kurang bekera maksimal… selanutnya yang terjadi tanaman akan
merana dengan penampakan daun kekuningan tidak segar pada
saat tanaman berbungan maka bunga akan selalu rontok sehingga nyaris tiddak ada
buah jadi nah jika hal itu terjadi maka tiak butuh waktu yang lama
tanaman alan mati.
Maka
disini betapa pentingnya pencegahan hama dan penyakit.
Jika
pencegahan telah dilakukan dismping mencegah kematiaan tanaman efek yang akan
teradi pertumbuhan akan maksimal dan kwalitas buah yang dihasilkan akan
berwarna merah menyala dan buah kenyal serta rasanya manis dan mempunyai aroma
kusus.
Pengendalian Hama
Pengendaliaan hama secara alamai atau
kerap disebut organik dan nabati salah satu nya adalah penanaman tanaman
Kenikir dan Sere di sekeliling lahan penanaman pepaya california
Yang
bertuuaan untuk mengusir hama hama pengganggu tanaman pepaya yang kita
budayakan agar tidak tersesrang olah hama hama tersebut.
Kenikir
dan sere oleh petanai uga bisa diual atau di masak untuk sayur.
Penggunaan PESNAB ( pestisida Nabati )
Aplikasi
atau perawatan hariaan tanaman pepaya california cukup mengunakan
penyemprotan berkala PESNAB 4 ssampai 7 nhari sekali secara rutin,juga bisa
dicampur dengan pestisida industri FASTAK, Convidor uga bisa CASCADE atau
dicampur dgn pupuk buah serta ZPT ATONIK.Pencagahan ini adalah untuk melindugi
serangan hama dan penyakit tanaman agar mengasilkan buah yang gradasinya mulus
dan bersih.

